PENYUSUNAN ROAD MAP ALTERNATIF DEVELOPMENT PENANGANAN NARKOBA
1. Latar Belakang
Penanganan narkoba merupakan tantangan serius yang kini dihadapi masyarakat dunia dan diperkirakan akan terus mengancam kehidupan di masa yang akan datang. Penyalahan dalam penggunaan narkoba adalah pemakaian obat-obatan atau zat-zat berbahaya dengan tujuan bukan untuk pengobatan dan penelitian serta digunakan tanpa mengikuti aturan atau dosis yang benar. Dalam kondisi yang cukup wajar atau sesuai dosis uang dianjurkan dalam dunia kedokteran saja maka pengguna narkoba secara terus menerus akan mengakibatkan ketergantungan, depresi, adiks atau kecanduan. Definisi narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman sintesis maupun semi sintesis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilang rasa dan menimbulkan ketergantungan.
Terdapat 3 (tiga) faktor yang menjadi penyebab memicu seseorang menyalah gunakan narkoba, faktor itu sendiri antara lain; faktor diri sendiri, faktor lingkungan, dan faktor ketersedian narkoba itu sendiri.
a. Faktor Diri Sendiri
1. Keinginan untuk mencoba tanpa memikirkan sebab akibat di kemudian hari
2. Keinginan untuk mencoba – coba karena penasaran
3. Keinginan untuk bersenang – senang
4. Lari dari masalah, kebosanan dan kegetiran hidup
5. Ingin menghibur diri dan menikmati hidup sepuas-puasnya
6. Ketidak tahuan dampak dan bahaya penyalahgunaan narkoba
7. Ketidak mampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan/ berkata tidak pada narkoba.
b. Faktor Lingkungan, dan
1. Keluarga bermasalah/ broken home
2. Lingkungan keluarga yang kurang harmonis
3. Lingkungan pergaulan dan komunitas yang salah
4. Orangtua atau keluarga yang pemisif, tidak acuh, otoriter dan kurangnya pengawasan.
5. Kemiskinan, putus sekolah dan pengangguran.
c. Faktor Ketersediaan Narkoba itu sendiri.
1. Narkoba semakin mudah didapat dan dibeli
2. Harga narkoba semakin murah/ terjangkau dibeli masyarakat
3. Narkoba semakin beragam baik dalam jenis, kemasan dan cara peredaran di masyarakat umum.
4. Bisnis narkoba menjanjikan keuntungan besar.
2. Maksud dan Tujuan
Hasil kajian ini akan digunakan tersebut untuk mendukung Perencanaan Penyusunan Road Map Alternatif Development Penanganan Narkoba Kabupaten Bireuen , maka beberapa permasalahan secara umum sebagai berikut:
- Kajian sumber daya yang ada dan luas suatu kawasan Rencana penyusunan Road Map Alternatif Development penanganan Narkoba Kab, Bireuen;
- Pengetahuan dan pendidikan tentang pertanian untuk pengalihan fungsilahan kawasan;
- Keterbatasan modal tanpa kemitraan usaha yang berkelanjutan dan skala usaha yang layak (economy of scale);
- Pemanfaatan areal tanaman muda (palawija) dan tanaman tua;
- Proses Produktifitas perkebunan dan pertanian untuk memenuhi kualitas maupun spesifikasinya dan dibutuhkan pasar;
- Pengetahuan dan pendidikan tentang budidaya ternak dan ketersedian pakan;
- Penataan tempat Agrowisata dan lingkup pemanfaatan area kawasan;
- Memetakan Potensi pengembangan ekonomi Agrowisata.
Maksud Pekerjaan Perencanaan Penyusunan Road Map Alternatif Development Penanganan Narkoba Kabupaten Bireuen adalah :
- Memberikan Alternatif Penanganan Narkoba melalui pendekatan Pembangunan Ekonomi Secara Utuh, Sosial Budaya, Pelestarian lingkungan, keamanan, termasuk pendekatan karakter kawasan Kebangsaan
- Sebagai pendekatan integratif dalam menangani masalah perencanaan dan pengembangan potensi ekonomi Agrowisata.
- Panduan pemanfaatan produk alternatif pakan ternak dan penambahan ekonumi rumahan dan pengembangan pendapatan pembudidaya sektor peternak atau perikanan dan keberlanjutan ekonomi.
- Melakukan pendekatan analisis keberlanjutan usaha, perkembangan usaha dan kemitraan usahan baik secara individu maupun kelompok.
- Membuat gambar pemetaan komuditi dan komunitas perkebunan, peternakan dan agrowisata dalam area kawasan Alternatif Development.
Tujuan Pekerjaan Perencanaan Penyusunan Road Map Alternatif Development Penanganan Narkoba Kabupaten Bireuen adalah :
- Mengubah profesi penanaman ganja menjadi petani dalam produktivitas unggul;
- Mengetahui kelayakan, ketersediaan potensi kawasan dalam perencanaan sarana dan prasarana;
- Mengetahui ketersediaan bahan baku dan peningkatan pertumbuhan ekonomi petani, peternak, dan budidaya dari pengembangan potensi kawasan;
- Sebagai acuan bagi stekholder lainnya dalam mengintegrasikan kegiatan pengembangan dan pemanfaatan potensi kawasan Alternatif Development didalam dan luar Kabupaten Bireuen;
- Sebagai acuan pemerintah untuk mendorong peningkatan produkstivitas salah satunya dengan melakukan peningkatan SDM, pendidikan dan pelatihan tepatguna terhadap kelompok masyarakat kawasan Alternatif Development penanganan narkoba;
- Meningkatan kesejahteraan dan karakter budaya masyarakat, mandiri dan produktif;
- Sebagai acuan mengembangkan kawasan Agrowisata yang meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah;
- Sebagai upaya bagi pemerintah Kabupaten Bireuen yang bersinergi menuju kondisi yang diinginkan, seperti terpetanya kawasan rawan ganja,pembangunan Manusia dan Kebudayaan, pelestarian Hutan dan lingkungan hidup terutama pembangunan Ekonomi akan menjadikan pemuda yang tahan uji, berkarakter dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa;
- Menghasilkan desain Program Alternatif Development Penanganan Narkoba di Kabupaten Bireuen.
- Sebagai bahan pertimbangan pemerintah daerah dan pihak lainnya dalam mengambil keputusan penganggaran guna meningkatkan pendapatan taraf hidup.
3. Sasaran Kegiatan
Adapun sasaran yang ingin dicapai dari perencanaan Penyusunan Road Map Alternatif Development Penanganan Narkoba Kabupaten Bireuen adalah tersusunya sebuah konsep dalam upaya pengembangan kawasan Agrowisata, produktifitas potensi masyarakat melalui kemitraan dan terwujutnya Alternatif Development Penanganan Narkoba yang komprehensif baik ditinjau dari aspek pencegahan hingga penanganan dalam lingkup wilayah Kabupaten Bireuen secara berkelanjutan.
4. Arah Pembangunan Kawasan
Arah pembangunan kawasan sesuai dengan kebijakan Grand Design Alternative Development (GDAD 2016 -2025), arah kebijakan ini dalam jangka panjang diharapkan dapat mengubah kondisi permasalahan darurat Narkoba saat ini, terutama bila melihat kondisi gambaran produksi ganja di Provinsi Aceh, yangkian tak terkendali.
Visi pembangunan Kawasan yang akan dicapai sampai dengan tahun 2025 adalah sebagai Agrowisata di Kabupaten bireuen dan Daerah Tujuan Wisata dalam lingkungan Masyarakat yang Mandiri dan Sejahtera. Sebagai daerah pencontohan Grand Desing Alternative Development dalam mengentaskan penanggulangan Narkotika dan memiliki daya tarik tersendiri dengan tetap menjunjung tinggi nilai moralitas dengan Cagar Budaya, Tata Nilai Budaya dan Pendidikan Berbasis Budaya.
Gambar 1.1 Arah Perkembangan Kawasan
5. Kerangka Pikir
Dalam upaya penanggulangan faktor-faktor penyalahgunaan narkoba khususnya ganja yang terus meningkat dikalangan remaja dan kalangan masyarakat, maka perlu dilakukan perubahan pola pikir penyalahgunaan narkoba.
Gambar 1.2 Alur Road Map Alternatif Development Penanganan Narkoba
Secara teknis keenam tahapan tersebut akan dikembang¬kan berdasarkan urutan yang sistematis. Pada tahap pengem¬bangan alternatif konsep, seleksi dan evaluasi alternatif serta pengembangan konsep terpilih maka aspek penunjang yang sangat penting akan menyangkut pertimbangan prinsip desain dan standar perencanaan yang sesuai dengan keadaan daerah perencanaan
Gambar 1.3 Kerangka Pikir Road Map Alternatif Development
6. Teknis Pelaksanaan Penyusunan Road Map
Pelaksanaan kajian Road Map Alternative Development Narkoba ini dibagi dalam 2 tahap:
1. Kajian awal sebagai data kondisi
- Konsultasi dengan Dinas terkait antara lain : BNN, Dinas Pertanian Dinas Pendidikan Kabupaten, serta Bappeda Kabupaten dengan mengumpulkan data sekunder terkait potensi sumberdaya pertanian, peternakan dan sumberdaya pariwisata serta sumberdaya pendukung lainnya.
- Studi Pustaka (data sekunder) dan survei lapangan (data primer).
- Pemetaan sumberdaya.
2. Kajian analisis strategi
- Melakukan survei lapangan berdasarkan pemetaan dan desain awal peta sumberdaya.
- Melakukan analisis strategi Road Map Alternativ Development,
- FGD untuk kapitalisasi dalam finalisasi hasil kajian.
- Diskusi kelompok (Tim Penyusun dan Narasumber).
- Seminar melibatkan instansi terkait, pakar, pelaku usaha dan perwakilan masyarakat.
7. Pengertian Road Map Alternatif Development Penanganan Narkoba
Roadmap merupakan peta atau panduan yang di gunakan sebagai petunjuk arah alan. Roadmap adalah rencana rinci yang memuat tahapan sistematis mengenai pelaksanaan suatu program kegiatan dalam kurun wakttu tertentu. Dasar Kebijakan didalam Penyusunan Road Map Alternatif Development Penanganan Narkoba Kabupaten Bireuen pada prinsipnya mempunyai fungsi dan peranan yang sangat penting bagi masyarakat khususnya desa meunasah Bungong Kecamatan Peudada. Beberapa aspek dan kriteria juga sangat mendukung sehingga fungsi dan peranannya dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Meunasah Bungong Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen pada umumnya.
8. Pembangunan Kawasan Berkelanjutan
Pembangunan kawasan berkelanjutan adalah pembangunan yang dapat didukung secara ekologis sekaligus layak secara ekonomi, juga adil secara etika dan sosial terhadap masyarakat. Artinya, pembangunan berkelanjutan adalah upaya terpadu dan terorganisasi untuk mengembangkan kualitas hidup dengan cara mengatur penyediaan, pengembangan, pemanfaatan dan pemeliharaan sumber daya secara berkelanjutan.
Pembangunan kawasan Alternatif Development yang berkelanjutan dapat dikenali melalui prinsip-prinsipnya yang dielaborasi berikut ini. Prinsip-prinsip tersebut antara lain: partisipasi, keikutsertaan para pelaku (stakeholder), kepemilikan lokal, penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, mewadahi tujuan-tujuan masyarakat, perhatian terhadap daya dukung, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, pelatihan serta promosi.
Agrowisata yang hendak dibangun dan dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan 3 (tiga) aspek yaitu Lingkungan, Sosial, dan Ekonomi yang disebut dengan Segitiga Pembangunan Pariwisata yang Berkelanjutan (The Sustainable Tourism Triangle), yang digambarkan seperti pada gambar berikut:
Gambar 1.4. Segitiga Pembangunan Kawasan Berkelanjutan
9. Kerangka Pemikiran Penyusunan Road Map Aternatif Development
Dalam upaya penangulangan faktor-faktor penyalahgunaan narkoba khususnya ganja yang terus meningkat dikalangan remaja dan kalangan masyarakat, maka perlu dilakukan perubahan polapikir penyalahgunaan narkoba dengan cara remaja dan masyarakat lebih aktif berperan dalam kegiatan yang positif.
Jadi rencana Penyusunan Road Map Alternatif Development Penanganan Narkoba Kabupaten Bireuen akan menghasilkan output yang berupa rencana pengembangan pembangunan tertentu secara terperinci yang dapat menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan. Secara umum akan terdapat 6 (enam) tahapan kegiatan pokok dalam penyusu¬nan Road Map Alternatif Development Penanganan Narkoba Kabupaten Bireuen ini, yakni:
- Tahapan kegiatan pendahuluan/pemahaman perencanaan.
- Tahapan kegiatan penelaah lapangan dan pengumpu¬lan data.
- Tahapan kompilasi data.
- Tahapan analisis.
- Tahapan penyusunan rencana.
- Tahapan penyusunan yang disertai dengan rancangan pentahapan pelaksanaan pembiayaan.
10. Desain Pembangunan Kawasan Agrowisata
Penyusunan desain pembangunan agrowisata Kawasan diawali dengan mengkaji visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).
Gambar 1.11 Desain Pembangunan Agrowisata
11. PETA STRATEGIS POTENSI WILAYAH
Peta strategi pengembangan agrowisata KAWASAN disusun menggunakan pendekatan balance score card, terdiri dari 4 aspek yaitu growth and leaning, internal process, customer dan finansial. Secara ringkas peta strategi pengembangan agrowisata dirumuskan sebagai berikut:
1. Pada aspek finansial sebagai upaya capaian pembangunan agrowisata adalah tercapainya kesejahteraan masyarakat yang didorong oleh pendapatan yang meningkat serta terjadinya pertumbuhan dan pemerataan penghasilan. Aspek finansial ini dapat tercapai jika kepuasan terhadap pelanggan (wisatawan) yaitu adanya produk dan jasa wisata yang memberikan nilai kepuasan yang tinggi kepada wisatawan serta meningkatkan nilai jasa lingkungan.
2. Menghasilkan nilai tambah yang tinggi maka perlu didukung oleh proses produksi yang terbaik, dengan dukungan sarana dan prasarana yang mencukupi, terbangunnya kelembagaan produksi dan pengembangan pasar serta upaya inovasi dan peningkatan daya dukung lingkungan. Pelaksanaan pembangunan membutuhkan pembelajaran untuk mengembangkan pertumbuhan.
3. Mendukung terselenggarannya dengan baik aspek proses internal maka dukungan pengembangan SDM yang trampil perlu terus dilakukan, dan bila perlu disiapkan secara by design, demikian pula dukungan sarana dan prasarana serta iklim usaha yang kondusif baik dalam bentuk kebijakan investasi maupun jaminan keamanan dan kebebasan berusaha sesuai hukum yang berlaku.
4. Kegiatan pariwisata di Kawasan diharapkan melibatkan semaksimal mungkin masyarakat baik sebagi penyedia tenaga kerja maupun investasi dan kesempatan berusaha. Masyarakat dengan sumberdaya yang relatif terbatas dan kecil perlu membangunkan kegiatan bersama dalam skala usaha yang layak. Oleh karena itu upaya untuk membangun kelembagaan bisnis harus diawali dengan pengembangan kelembagaan produksi di tingkat masyarakat. Selain dari pada itu kelembagaan bisnis milik masyarakat perlu dukungan promosi untuk membangun “brand” bagi produk dan atau jasanya.
Pengembangan agrowisata harus berkelanjutan, mengingat perkembangan informasi dan teknologi serta budaya yang sangat cepat, maka keberlanjutannya akan ditentukan oleh kemampuan unit bisnis agrowisata untuk secara terus menerus melakukan inovasi dengan secara arif tetap mempertimbangkan kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan. Adapun peta strategi pengembangan agrowisata di kawasan dapat dilihat pada gambar berikut ;
Gambar 1.12 Peta Strategis Pengembangan Kawasan Agrowisata
12. Analisis Swot
Dalam menginterpretasikan wilayah perencanaan kawasan nantinya, diperlukan analisis untuk mengkaji kondisi kawasa yang sangat kompleks dimana faktor eksternal dan internal memegang peran yang sama pentingnya. Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT.
Analisis SWOT dapat digunakan untuk menetapkan tujuan secara lebih realistis dan efektif, serta merumuskan strategi dengan efektif pula. Dengan berlandaskan SWOT, tujuan tidak akan menjadi terlalu rendah atau terlalu tinggi. Dengan analisis SWOT akan diketahui kekuatan dan kesempatan yang terbuka sebagai faktor positif dan kelemahan serta ancaman yang ada sebagai faktor negatif. Maka diperoleh semacam core strategy yang prinsipnya merupakan :
• Strategi yang memanfaatkan kekuatan dan kesempatan yang ada secara terbuka
• Strategi yang mengatasi ancaman yang ada
• Strategi yang memperbaiki kelemahan yang ada
Teknik SWOT terbagi menjadi empat faktor yaitu:
- Strength (faktor internal) => Membahas tentang kekuatan atau potensi yang dimiliki oleh tiap sektor yang dikembangkan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan.
- Weakness (faktor internal) => Membahas tentang kelemahan atau masalah-masalah yang dihadapi oleh sektor yang dikembangkan sehingga menghambat pembangunan dan pengembangan dari potensi yang dimiliki di suatu wilayah
- Opportunity (faktor eksternal) = > Membahas tentang kesempatan atau peluang yang dimiliki oleh sektor yang dikembangkan di kawasan untuk pemanfaatan dan pengembangan potensi sector dengan terlebih dahulu mengatasi masalah yang dimiliki oleh sektor yang ingin dikembangkan tersebut.
- Threat (faktor eksternal) => Berupa ancaman atau hambatan yang dimiliki oleh sektor yang dikembangkan di kawasan jika masalah yang dihadapi pada sektor tersebut tidak dapat diatasi.
13. Rekomendasi
Berdasarkan kajian dan analisis, Visi dan misi pembangunan RPJP dan RPJM Kawasan, mengarahkan industri pariwisata sebagai salah satu sektor strategis, dan agrowisata menjadi hal yang perlu dikembangkan untuk mendukung visi dan misi tersebut. Pembangunan agrowisata merupakan bagian integral dari sistem pembangunan pariwisata dan pembangunan kawasan secara umum, karena itu perlu diintegrasikan dan disinkronisasikan pola dan sistem pengembangannya. Prioritas pengembangan mengacu pada potensi pertanian yang khas dipadukan potensi jalur tujuan wisata - wisata yang telah berkembang. Daerah Kawasan Alternative Development Penanganan Narkoba merupakan tujuan wisata utama wisata domestik berbasis pendidikan dan budaya untuk wilayah Kabupaten Bireuen, Maka disusun rekomendasi sebagai berikut :
- Pengembangan agrowisata diarahkan dan diprioritaskan pada pengembangan kluster-kluster potensi pertanian yang unik, baik karena kualitas produk, jenis produk, maupun layanan jasa produk berbasis pertanian, dan diarahkan mengikuti peta jalur dan destinasi wisata yang telah berkembang.
- Pemerintah perlu mengembangan agrowisata berskala besar khusus bidang pendidikan berbasis pertanian dalam arti luas (pertanian pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan) yang menjadi tujuan wisata pendidikan, pelatihan dan kebun percontohan pertanian maju dan modern seperti model taman pintar tapi khusus pertanian. Untuk pengembangannya membutuhkan dana yang besar maka diperlukan kerjasama dengan empat pihak yaitu pemerintah, swasta, lembaga pendidikan dan masyarakat.
- Dengan tersusunnya peta jalan (roadmap) maka dapat dilakukan penyusunan program dan kegiatan dengan mengacu pada peta jalan (road map) dan RPJM Kabupaten yang telah disusun secara konsisten dan berkelanjutan.
- Pelaksanaan program dan kegiatan harus fokus dan bersifat tahun jamak (multi years) dengan tingkat fasilitasi pemerintah yang semakin menurun setelah berlangsung 5 tahun kedepan.
1. SUMBER AIR
- Embung
- Kolam
2. KOMUNITI JAGUNG
4. KOMUNITI KACANG
6. JALAN AKSES
- Jalan masuk
- Jalan keluar
7. Perluasan Lahan/ Area
Link:









.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)



.jpeg)
.jpeg)