PROSES PEMBANGUNAN OVERPAS JALUR KERETA API


PROSES PEMBANGUNAN OVERPAS JALUR KERETA API


Overpass yaitu jalan yang dibangun atas kontruksi (Jalan Layang) disebidang tanah, berfungsi untuk menghubungkan awal dan akhir jalan. Kontruksi berbentuk jembatan, melayang melewati daerah atau kawasan yang biasanya menghadapi permasalahan kemacetan lalu lintas, melewati persilangan kereta api untuk meningkatkan keselamatan dalam berlalu  lintas bagi pengguna jalan.



Terimakasi...

Link :

https://youtube.com/@az-ri8663

https://www.facebook.com/Ayialmira13




PULAU TAILANA (ACEH SINGKIL - INDONESIA)

 PULAU TAILANA (ACEH SINGKIL-INDONESIA)



.

Pulau Tailana merupakan sebuah yang berada di Kab. Aceh singkil - Kecamatan Pulau Banyak. Pulau Tailana berada di bagian selatan Provinsi Aceh, tepatnya berbatasan dengan Provinsi Sumatra utara - Sibolga. 




Perjalanan dari Pelabuhan Singkil Utara membutuhkan 3 jam perjalanan untuk sampai ke pulau tailana, perjalanan ke pulau tailana terlebih pesan jasa trasportasi, bisa dengan speed boat, boat warga yang menuju ke pulau banyak.









Pulau Tailana ini tetapnya mempersona. Terutama untuk anda yang suka dengan suasana tenang, terumbu karang, sport mancing dan pemandangan yang asri. Pulau Tailana didominasi oleh pepohonan kelapa dan terdapat sebuah bangunan cafe dan penginapan yang rimbun dibawah perpohonan. 






Selain Pulau Tailana juga terdapat dua pulau lain yang berdekatan pulau panjang dan pulau asok. Pulau Tailana ini salah satu pulau favorit, karena selain pantainya yang indah, pulau ini tidak ramai dengan kesibukan seperti Pulau Panjang.





LOWONGAN KERJA PEGAWAI PEMERINTAH NON PEGAWAI NEGERI (PPNPN) DI LINGKUNGAN OTORITA IBU KOTA NUSANTARA

 

LOWONGAN KERJA 



    Dalam rangka penerimaan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) di lingkungan Otorita Ibu Kota Nusantara. Maka Otorita Ibu Kota Nusantara akan melaksanakan seleksi terbuka dan memberikan kesempatan kepada putera/puteri terbaik bangsa untuk menjadi bagian dalam sejarah pembangunan Ibu Kota

Negara, dengan ketentuan sebagai berikut:



PELAKSANAAN JALUR PERKERETAAPIAN SECARA MANUAL

 PELAKSANAAN  JALUR PERKERETAAPIAN 

SECARA MANUAL





Materi : Proses pelaksanaan jalur perkeretaapian secara manual




Metode Pelaksanaan, diantaranya ;

  1. Rencanakan geometri lintasan berdasarkan kecepatan, ukuran kereta, lebar jalan, kelengkungan jalan dan perhatikan faktor keamanan, kenyamanan, serta keserasian dengan lingkungan sekitarnya.
  2. Hamparkan materi sub-balasan, yang berupa campuran kerikil atau pengumpulan agregat  pecah dan pasir. dengan ketebalan yang telah ditentukan, kemudian dipadatkan sampai mencapai 100% padat.
  3. Lapisan Balas, terdiri dari batu pecah dengan dimensi 25 - 60 milimeter dan memiliki kapasitas resistensi yang baik, sudut tajam dan memiliki kuat tekan rata-rata maksimum 1000 kilogram/centimeter dengan Specific gravity minimum 2,6. Serta, kandungan lumpur dan organik maksimum 0,5 persen.
  4. Atur bantalan diatas material balas. Bantalan berfungsi, untuk meneruskan beban kereta api dan berat konstruksi jalan rel ke material balas. 
  5. Pasang alat penambat yaitu, karet (Rubber) atau Poly Urethane (PU) diatas bantalan.
  6. Letakkan rel diatas karet atau rubber  bantalan, kemudian geser dan luruskan posisi rel sesuai benang setting out. serta, leveling kembali top rel terpasang dengan top rel rencana.
  7. Dilanjutkan dengan sisip material balas, yaitu pemicokkan dan pemadatan manual menggunakan HTT (Hand Tie Tamper). 

 

Jangan lupa like dan subscribe

Link; 

https://youtube.com/@az-ri8663

Terimakasi...

PERSYARATAN TEKNIS JALUR KERETA API

 PERSYARATAN TEKNIS JALUR KERETA API





A. SYARAT KONTRUKSI JALAN REL BAGIAN ATAS

  1.  Geometri jalan rel direncanakan berdasarkan pada kecepatan rencana serta ukuran  kereta yang melewatinya dengan memperhatikan faktor keamanan, kenyamanan, ekonomi dan keserasian dengan Iingkungan sekitarnya;
  2. Lebar jalan rel terdiri dari 1067 mm dan 1435 mm. Lebar jalan rel merupakan jarak minimum kedua sisi kepala rel yang diukur pada 0-14 mm dibawah permukaan teratas rel;
  3. Kelandaian yang harus dipenuhi meliputi persyaratan diantaranya;
  4. Lengkung Vertika, lengkung horizontal, lengkung Peralihan dan lengkung S.
  • Lengkung vertikal adalah merupakan proyeksi sumbu jalan rel pada bidang vertikal yang melalui sumbu jalan rel. Sesar jari-jari minimum lengkung vertikal bergantung pada kecepatan rencana, dikala Kecepatan rencana > dari 100 km/jam, maka jari – jari lengkung vertikal 8.000 m dan apabila sampai 100 km/jam,  maka jari – jari lengkung vertikal 6.000 m.
  • Lengkung Horizontal adalah Dua bagian lurus, yang perpanjangnya saling membentuk sudut harus dihubungkan dengan lengkung yang berbentuk Iingkaran, dengan atau tanpa lengkung-Iengkung peralihan.
  • Lengkung peralihan adalah suatu lengkung dengan jari-jari yang berubah beraturan. Lengkung peralihan dipakai sebagai peralihan antara bagian yang lurus dan bagian lingkaran dan sebagai peralihan antara dua jari-jari lingkaran yang berbeda.
  • Lengkung S terjadi bila dua lengkung dari suatu Iintas yang berbeda arah lengkungnya terletak bersambungan dan harus memiliki transisi lurusan sekurang-kurangnya sepanjang 20 m di luar lengkung peralihan.

2. Pelebaran jalan Rel

       Perlebaran jalan rel dilakukan agar roda kendaraan rel dapat melewati lengkung tanpa mengalami hambatan. Jika terdapat lengkung peralihan, maka pengurangan dilakukan sepanjang lengkung peralihan. Dalam hal tidak terdapat lengkung peralihan, maka pengurangan dilakukan sedapatnya dengan panjang

pengurangan yang sama. Untuk yang tanpa peninggian rel, pengurangan dilakukan menurut panjang standar 5 m atau lebih diukur dari ujung lengkungan.


3. Peninggian Jalan Rel

    Pada lengkungan, elevasi rel luar dibuat lebih tinggi dari pada rel dalam untuk mengimbangi gaya sentrifugal yang dialami oleh rangkaian kereta. Besar peninggian untuk lebar jalan rel 1067 mm pada berbagai kecepatan rencana. 

Besar peninggian maksimum untuk lebar jalan rel 1067 mm adalah 110 mm dan untuk lebar jalan rel 1435 mm adalah 150mm.


4. Penampang melintang jalan rel

        Penampang melintang jalan rel adalah potongan pada jalan rel, dengan arah tegak lurus sumbu jalan rel, dimana terlihat bagianbagian dan ukuran-ukuran jalan rel dalam arah melintang

  • Landai penentu adalah kelandaian (pendakian) yang ada pada suatu Iintas lurus, jalan rel kelas 2 dengan landai penentu maksimum 10% dan jalan rel kelas 4 dengan landai penentu maksimum 25%.
  • Landai curam adalah kelandaian (pendakian) dari lintas lurus dapat melebihi landai penentu.
  • Landai emplasemen yg diijinkan adalah 1,5% dari treck lurus.


B. SYARAT KOMPONEN

        Jalan Rel terdiri atas komponen, diantaranya ;

  1. Badan jalan;
  2. Subbalas;
  3. Balas;
  4. Bantalan;
  5. Alat penambat;
  6. Rel; dan
  7. Wese.


  1. Badan jalan
          Badan Jalan di daerah Timbunan;

    • Tanah dasar;
    • Tanah timbunan; dan
    • Lapis dasar (subgrade).
        2. Badan Jalan di daerah Galian
    • Tanah dasar; dan
    • Lapis dasar (subgrade).


1. Tanah Dasar

    Tanah dasar harus mampu memikul lapis dasar (subgrade) dan bebas dari masalah penurunan (settlement). Jika terdapat lapisan tanah lunak berbutir halus alluvial dengan nilai N-SPT ≤ 4, maka harus tidak boleh termasuk dalam lapisan 3 m diukur dari permukaan formasi jalan pada kondisi apapun. Permukaan tanah dasar harus mempunyai kemiringan ke arah luar badan jalan sebesar 5%.



2.    Balas dan Subbalas

        Lapisan balas dan sub-balas pada dasarnya adalah terusan dari lapisan tanah dasar dan terletak di daerah yang mengalami konsentrasi tegangan yang terbesar akibat lalu Iintas kereta pada jalan rel, oleh karena itu material pembentukannya harus sangat terpilih.




a. Subbalas

        Lapisan sub-balas berfungsi sebagai lapisan penyaring (filtet) antara tanah dasar dan lapisan balas dan harus dapat mengalirkan air dengan baik. Tebal minimum lapisan balas bawah adalah 15 cm.

Material sub-balas dapat berupa campuran kerikil (gravel) atau kumpulan agregat pecah dan pasir serta tidak boleh memiliki kandungan material organik lebih dari 5%. Untuk material sub-balas yang merupakan kumpulan agregat pecah dan pasir, maka harus mengandung sekurangkurangnya 30% agregat pecah dan Lapisan sub-balas harus dipadatkan sampai mencapai 100% menurut percobaan ASTM D 698.


b. Balas

        Lapisan balas pada dasarnya adalah terusan dari lapisan tanah dasar, dan terletak di daerah yang mengalami konsentrasi tegangan yang terbesar akibat lalu Iintas kereta pada jalan rel, oleh karena itu material pembentuknya harus sangat terpilih.

Material Balas harus terdiri dari batu pecah (25 - 60) mm dan memiliki kapasitas ketahanan yang baik, ketahanan gesek yang tinggi dan mudah dipadatkan. Material balas harus bersudut banyak dan tajam. Memiliki kuat tekan rata-rata maksimum 1000 kg/cm dengan Specific gravity minimum 2,6. Serta kandungan tanah, lumpur dan organik maksimum 0,5% dan Keausan balas sesuai dengan test Los Angeles tidak boleh lebih dari 25%.


3.    Bantalan

        Bantalan berfungsi untuk meneruskan beban kereta api dan berat konstruksi jalan rel ke balas, mempertahankan lebar jalan rel dan stabilitas ke arah luar jalan rel. Bantalan dapat terbuat dari kayu, baja/besi, ataupun beton. 




a. Bantalan beton prategang

        Untuk lebar jalan rel 1067 mm dengan kuat tekan karakteristik beton tidak kurang dari 500 kg/cm sedangkan untuk lebar jalan rel 1435 mm dengan kuat tekan karakteristik beton tidak kurang dari 600 kg/cm, dan mutu baja prategang dengan tegangan putus (tensile strength) minimum sebesar 16.876 kg/cm (1.655 MPa). Bantalan beton harus mampu memikul momen minimum sebesar +1500 kg m pada bagian dudukan rel dan -930 kg m pada bagian tengah bantalan.


b. Bantalan kayu

        Bantalan kayu harus memenuhi persyaratan kayu mutu A kelas 1 dengan modulus elastisitas (E) minimum 125.000 kg/cm Harus mampu menahan momen maksimum sebesar 800 kg-m, lentur absolute tidak boleh kurang dari 46 kg/cm.

        Berat jenis kayu minimum = 0.9, kadar air maksimum 15%, tanpa mata kayu, retak tidak boleh sepanjang 230 mm dari ujung kayu.


c. Bantalan besi 

        Bantalan Besi harus memiliki kandungan Carbon Manganese Steel Grade 900 A, pada bagian tengah bantalan maupun pada bagian bawah rel, mampu menahan momen maksimum sebesar 650 kg m, tegangan tarik 88 -103 kg m. Elongation A1 > 10%.


4. Alat penambat;

        Alat penambat yang digunakan adalah alat penambat jenis elastis yang terdiri dari sistem elastis tunggal dan sistem elastis ganda. Pada bantalan beton terdiri dari shoulderlinsert, clip, insulator dan rail pad. Pada bantalan kayu dan baja terdiri dari pelat landas (baseplate), clip, tirpon (screw spike)/baut dan cincin per (lock washer).


        Alat penambat mempunyai syarat sebagai berikut;

  • Alat penambat harus mampu menjaga kedudukan kedua rel agar tetap dan kokoh berada di atas bantalan.
  • Clip harus mempunyai daya jepit 900 -1100 kgf
  • Pelat landas harus mampu memikul beban yang ada dengan ukuran sesuai jenis rel yang digunakan. Pelat landas terbuat dari baja dengan komposisi kimia diantaranya, Carbon 0.15 - 0.30%, Silicon 0.35% max, Mangaanese 0.40 - 0.80%, Phospor 0.050% max, Sulphur 0.05%.
  • Alas rel (rail pad) dapat terbuat dari bahan High Density Poly Ethylene (HDPE) dan karet (Rubber) atau Poly Urethane (PU).
  • Seluruh komponen alat penambat harus memiliki identitas produk tercetak permanen, seperti Merek dagang, Identitas pabrik pembuat, Nomor komponen (part number) dan Dua angka terakhir tahun produksi.


5.     Rel

        Rel dan penampang rel harus memenuhi standar, yaitu

  • Minimum perpanjangan (elongation) 10%;
  • Kekuatan tarik (tensile strength) minimum 1175 N/mm
  • Kekerasan kepala rel tidak boleh kurang dari 320 BHN.



6.     Wese

        Wesel merupakan konstruksi jalan rel yang paling rumit dengan beberapa persyaratan dan ketentuan pokok yang harus dipatuhi. Untuk pembuatan komponen-komponen wesel yang penting khususnya mengenai komposisi kimia dari bahannya.

Wesel terdiri atas komponen - komponen sebagai berikut :

  • Lidah
  • Jarum beserta sayap - sayapnya
  • Rellantak
  • Rel paksa
  • Sistem penggerak





Referensi;

Peraturan Menteri no.60 tahun 2012

Link; https://youtube.com/@az-ri8663



LOWONGAN KERJA PROGRAM PISEW TAHUN 2023


 LOWONGAN KERJA PROGRAM PISEW TAHUN 2023





Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), telah terbukti dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian target dalam pengembangan infrastruktur berbasis masyarakat atau program padat karya tunai.


Dana bantuan PISEW sendiri merupakan program Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR dengan mengalokasikan anggaran infrastruktur berbasis masyarakat atau program padat karya tunai.


Sehubungan dengan pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Tahun Anggaran 2023, PPK Pengembangan Kawasan Permukiman Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Balai Prasarana Permukiman Wilayah Aceh melakukan rekrutmen Tenaga Pendamping dengan kebutuhan tenaga pendamping sebagai berikut;


LOWONGAN KERJA PROGRAM SANIMAS

 LOWONGAN KERJA PROGRAM SANIMAS




Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) telah terbukti dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian target capaian atasi beberapa persoalan terkait kebersihan lingkungan, kesehatan, hingga meningkatkan fasilitas di daerah pariwisata dan meningkatkan rasa memiliki (sense of belonging) dari masyarakat terhadap keberlanjutan pengelolaan sarana dan sanitasi.

Pada tahun 2023 ini Kegiatan Sanimas tetap dilanjutkan sebagai bagian dari upaya untuk mendukung meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, meningkatkan kualitas layanan sanitasi yang layak dan aman bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kegiatan Sanimas menggunakan pendekatan berbasis masyarakat, yaitu menempatkan masyarakat sebagai salah satu pengambil keputusan utama dan penanggungjawab kegiatan serta pengelolaan sarana dan sanitasi. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Kegiatan Sanimas 2023 di tingkat desa/kelurahan, kabupaten/kota, dan provinsi maka akan direkrut pendamping Kegiatan di setiap tingkatan. 

Prinsip yang selalu kami tekankan pada SDM yang kami tempatkan di Program Sanimas adalah Berbasis Masyarakat, Trasparan, Akuntabel, serta peningkatan produktivitas dan koordinasi dimasyarakat.



7 KETENTUAN SYARAT WAJIB HAJI

 



Haji ialah rukun Islam ke 5 yang harus dilaksanakan umat islam bila sanggup. Ketentuan wajib haji merupakan sanggup secara raga serta finansial. 

Disebabkan dikala berangkat ibadah haji memerlukan raga yang sehat, kuat dan finansial lumayan buat menggapai ke Mekah. Oleh sebab itu, tidak seluruh umat muslim diharuskan buat melaksanakan ibadah haji.

Untuk ummat islam, menunaikan ibadah haji serta umroh ke Mekah merupakan impian yang luar biasa. Tidak hanya jadi impian, melakukan ibadah haji bisa mendapatkan pahala untuk yang melakukan dan sempurna islamnya.


Ketentuan Syarat wajib haji ada 7 perkara, yaitu ;

1. Beragama Islam,

Ibadah haji, diwajibkan untuk yang beragama islam bila sanggup. Sanggup diartikan, mempunyai raga yang kokoh dan finansial yang lumayan dikala berangkat ibadah haji ke Mekah.


2. Baligh

Usia dewasa atau sudah memasuki dewasa. Identitas baligh ialah hadapi mimpi basah untuk pria serta haid untuk wanita.


3. Berakal,

Muslim yang mempunyai ide sehat yang cuma boleh menunaikan ibadah Haji. Semacam seorang hilang ingatan ataupun tidak waras, sehingga tidak diharuskan buat melakukan ibadah haji.


4. Merdeka,

Merdeka ataupun bukan seseorang budak. Iktikad merdeka ataupun bukan budak merupakan terbebas dalam kondisi, tidak terikat sesuatu perihal ataupun penjajahan. Seseorang budak tidak diharuskan buat melakukan ibadah haji.


5. Terdapat kendaraan serta bekal,

Tersedianya kendaraan yang digunakan buat berhaji. Mempunyai biaya buat berangkat haji, hingga nanti dia tiba kembali serta bekal untuk keluarga yang ditinggalkannya.


6. Keamanan diperjalanan, 

Artinya tidak lagi terbentuknya huru hara ataupun peperangan, baik diperjalanan ataupun ditempat tujuan. Ini jadi salah satu bagian dari ketentuan istithaah ataupun kemampuan.


7. Keadaan membolehkan pergi haji

Maksunya telah masuk waktu haji serta jamah tidak dapat berhaji dikarnakan uzur, ataupun tidak terdapatnya mahram untuk jamaah perempuan.



Link: 

https://youtu.be/bROATRyPHrc




TUTORIAL CARA GAMBAR ATAP PELANA RUMAH TYPE 55 DIAUTOCAD




MATERI : MENJELASKAN CARA GAMBAR ATAP PELANA RUMAH TYPE 55 DI AUTOCAD

Didunia digital ini, belajar membuat konsep dengan AutoCAD adalah suatu keharusan. Khusus untuk kontribusi mahasiswa dan staf kantor di bidang teknik. Gunakan banyak standar aplikasi Autocad dan kemudahan yang disertakan dalam aplikasi. Pada tutorial kali ini akan dijelaskan bagaimana cara merencanakan atap menggunakan garis bantu, garis tengah (As Bangunan) atau sumbu bangunan dan garis konstruksi pada sisi bangunan. Gunakan perintah kata untuk menggambar dengan cepat di Autocad. Menentukan tipe arsiran dan pengambilan sudut atap dan posisi atap. Berikut video tutorialnya; 






Demikian video tutorialnya, terima kasih.

Link video
https://youtu.be/H0WApx7izps